Selasa, 23 April 2013

Analisa Design Web Detik[dot]com dengan Prinsip Desain


Header dan Body Web


Footer Web
















Analisa saya tentang Design Web http://www.detik.com/ :

Detik[dot]com ialah sebuah portal web yang berisi berita aktual dan artikel dalam jaringan di Indonesia. Detikcom  merupakan salah satu situs berita terpopuler di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, detikcom  hanya mempunyai edisi online dan menggantungkan pendapatan dari bidang iklan. Meskipun begitu, detikcom merupakan yang terdepan dalam hal berita-berita baru (breaking news).

Clarity (Kejelasan)
Menurut saya untuk website detik.com, dapat ditemukan prinsip Clarity (Kejelasan), website tersebut telah memenuhi salah satu syarat dalam prinsip Clarity yaitu penggunaan background yang berwarna gelap (Hitam-kebiruan) dengan latar jendela putih. Sehingga begitu orang melihat web ini begitu kontras postingan, gadget dsb pada web ini.

Alignment (Perataan)
Untuk perataan desain web detikcom kurang konsisten dan kurang nyaman dipandang mata. Harusnya web ini cukup memakai perataan kiri (left aligment). Sehingga para pengunjung web ini bisa membacanya dengan baik dan benar tanpa bentuk postingan yang acak-acakan. Dan perlu diketahui tiap kali posting itu harusnya disertai gambar, karena dengan gambar akan bisa mewakili daripada isi postingan tersebut.

Usability
Pada dasarnya Detikcom cukup memberikan tambahan kenyamanan bagi user dalam membaca berita-berita Detikcom.  Walaupun menurut saya tampilannya tidak sesegar tampilan baru Kompas dan Sindo karena tampilan Detikcom yang “baru” ini sebelumnya sudah digunakan Detikinet dan Detikhot (versi wikipedia), tapi tetap saja berkurangnya iklan di halaman depan Detikcom adalah sebuah kemajuan. Semoga saja semakin kedepan portal media online di internet semakin maju dan jumlahnya semakin banyak, tidak cuma didominasi Detikcom, Kompas dan Okezone saja.Tentu saja tanpa mengurangi kredibilitas portal tersebut.

Proximity
Item-item yang berkaitan ditampilkan bersama pasti memiliki hubungan karena jarak yang jauh pada web detikcom sangat bagus karena pada space web portal itu dibuat berkolom-kolom sehingga tiap postingan itu tidak ada hubungannya dengan postingan lain.

Efficiency
Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan task-task setelah mereka mempelajari hasil perancangan. Behaviour DetikCom  dilengkapi oleh fungsi javascript khusus untuk AUTOLOADING sehingga ketika kita idle misal dalam jangka waktu beberapa menit, maka page DetikCom akan merefresh dengan otomatis. Hal ini mungkin ditujukan selain untuk merefresh berita juga untuk meningkatkan statistik trafik DetikCom.

Contrast (Keserasian Tampilan)
Pada detikcom ini keserasian tampilan akan membuat pengunjung web tertarik pada web tsb. Kontras warna backgroundnya sudah lumayan tapi menurut saya kenapa pada kolom tengah web itu berwarna biru sehingga gambar dan posting di web itu tidak kontras dengan warna tulisan postingannya kuning.

Ahmad Sachoui, April 2013.

Rabu, 17 April 2013

Program Menghitung Luas dan Keliling Lingkaran dengan Bahasa C / C++

#include<stdio.h>
main()
{
int r;
float v=3.14,l,k;
printf("masukan nilai r = ");
scanf("%i",&r);
l=v*r*r;
k=v*r*2;

printf("hasil luas = %f\n",l);
printf("hasil keliling = %f\n",k);


}

Kamis, 11 April 2013

Analisis Sistem dan Prosedur Penyewaan Kamar yang Sedang Berjalan pada Hotel Bintang Kejora

Analisis Prosedur yang sedang berjalan

Analisa prosedur penyewaan kamar yang sedang berjalan adalah menganalisa proses yang sedang berjalan pada sistem penyewaan kamar yang ada pada Hotel Permata Hijau. Dengan ini, maka akan diketahui kelemahan atau kesalahan dari sistem yang sedang berjalan. 

Prosedur merupakan urutan kegiatan yang tepat dari tahapan-tahapan yang menerangkan mengenai proses apa yang dikerjakan siapa yang mengerjaka proses tersebut, bagaimana proses itu dapat dikerjakan dan dokumen apa saja yang terlibat, urutan prosedur reservasi kamar yang sedang berjalan sebagai berikut :

  1.  Tamu mengisi dan menyerahkan from reservasi kamar ke bagian FO.
  2. Kemudian FO memeriksa situasi kamar yang diinginkan tamu pada file data kamar.
  3. Bila jenis kamar yang diminta tidak tersedia FO akan mengkonfirmasikannya kapada tamu dan menawarkan Fasilitas lain.
  4. Selanjutnya FO mencatat data reservasi itu pada reservation books kemudian menyimpan form reservation ke dalam filling cabinet .
  5. Kemudian FO akan membuat bukti pembayaran berupa kwitansi dengan rangkap 2 diminta lembar pertama diserahkan pada tamu dan yang lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  6. Selanjutnya FO membuat laporan data reservasi rangkap 2 lembar pertama dilaporkan kepada manager unit dan lembar kedua disimpan sebagai arsip. 
  • Diagram konteks merupakan gambaran global mengenai suatu sistem. Dalam diagram konteks menerangkan secara garis besar hubungan antara entitas-entitas yang ada pada sistem. Berikut ini adalah diagram konteks dari sistem informasi Reservasi kamar hotel yang sedang berjalan :
Diagram Konteks Sistem Informasi


Data Flow Diagram yang menggambarkan fungsi logika dari sebuah sistem. Dalam DFD terdapat aliran data dan proses yang terjadi dalam sistem. Berikut adalah DFD dari sistem informasi pemesanan kamar hotel yang sedang berjalan :

Data Flow Diagram (DFD)




Sabtu, 06 April 2013

Metode Sistem dan Tahap/ Prosedurnya

Tahapan pengembangan sebuah sistem

Siklus/fase/tahapan pengembangan sebuah system adalah :  perencanaan, analisa, desain , implementasi . Siklus ini biasa juga disebut SDLC =  system development life cycle.

Secara garis besar tema tulisan ini hanya akan membahas  dua hal  yaitu analisis dan design  sistem ( dalam hal ini sistem informasi),  karena  dalam Pengembangan sistem informasi  ada dua fase utama:  analisis dan Desain. Pengembangan sistem dilakukan apabila sistem yang lama sudah tidak memadai atau tidak  bisa memenuhi kebutuhan atau pun perkembangan organisasi/perusahaan.
Selama fase analisis fungsi lengkap dari sistem  dipahami dan kebutuhan persyaratan ditentukan  yang digunakan untuk  membuat desain sistem baru. Oleh karena itu proses pengembangan sistem  juga dikenal sebagai proses Analisis dan Desain  sistem.
Planning (Perencanaan)
Tahap perencanaan adalah proses dasar memahami mengapa sistem informasi harus dibangun dan menentukan bagaimana tim proyek akan  membangun sistim  tsb. perencanaan memiliki dua langkah:

1. Selama inisiasi proyek, nilai bisnis sistem untuk organisasi diidentifikasi:
bagaimana hal itu membangun sebuah poliklinik yang akan melayani masyarakat di sekitarnya. Anda sebagai mahasiswa atau lulusan dari jurusan TC berencana akan membuat sendiri SI dari poliklinik tersebut. Di samping untuk menghemat biaya juga merupakan sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di kuliah

Analisis kelayakan mengkaji aspek-aspek kunci dari proyek yang diusulkan:
■ kelayakan teknis  (Bisakah  ide itu diterapkan secara teknis?)
■ Kelayakan ekonomi (Apakah akan memberikan nilai bisnis?)
■ Kelayakan organisasi (Jika kita membangunnya, apakah sistem itu akan digunakan?)

Permintaan sistem dan analisis kelayakan disajikan ke sistem informasi
persetujuan komite (kadang-kadang disebut komite pengarah), yang memutuskan
apakah proyek tersebut harus dilakukan.


2. Setelah proyek disetujui, memasuki manajemen proyek. Selama manajemen proyek, manajer proyek menciptakan sebuah rencana kerja, menentukan staf proyek, dan menggunakan  teknik2  untuk membantu kontrol tim proyek dan mengarahkan proyek melalui seluruh  tahapan SDLC.  Hasil yg akan diserahkan untuk manajemen proyek adalah rencana proyek, yang menjelaskan bagaimana tim proyek  akan mengembangkan sistem.


Analisis sistem
Analisis sistem adalah mendefinisikan kebutuhan atau persyaratan terkait sistem yang akan dikembangkan.
Pada fase ini  menjawab pertanyaan siapa pengguna sistem, apa yg sistim akan lakukan, kapan dan dimana sistim akan diterapkan.  Dengan cara menganalisis system yg sedang berjalan, mencari celah celah perbaikan,dan membangun konsep untuk sistim yg baru.
Ada 3 tahapan  dalam phase Analisis ini antara lain:
1. Membuat strategi analisis untuk pendamping usaha2 yg akan dilakukan team project.
2. Mengumpulkan persyaratan/kebutuhan untuk membuat konsep sistem. Konsep sistem digunakan untuk  dasar pembuatan analisis  model  bisnis.
Secara kategori, ada tiga buah jenis kebutuhan sistem  :
  1. Kebutuhan Fungsional.
  2. kebutuhan non fungsional :
  • Kebutuhan Antar muka (interface), spt interface ke database, menu interface  dll.
  • Kebutuhan performance (kinerja), spt kecepatan , delay, kapasitas dll.
Kemudian kebutuhan tersebut akan dimodelkan atau digambarkan dengan teknik analisis dan alat bantu tertentu. Sebagai contoh kebutuhan fungsional dapat dimodelkan dengan menggunakan

- Data flow diagram,kamus data,dan spesifikasi proses jika menggunakan anlisis tertsruktur.
- Use case diagram dan skenario sistem jika menggunkan analisis berorientasi objek.

3.  Analisis, konsep sistem dan model bisnis dikombinasikan untuk membuat proposal sistem , proposal ini akan diajukan kepada fihak yg akan memutuskan apakah project di teruskan atau tdk.
Desain sistem
Tahap desain memutuskan bagaimana sistem akan beroperasi, dalam hal perangkat keras, perangkat lunak, dan  jaringan infrastruktur; antarmuka pengguna, formulir dan laporan, dan program khusus, database, dan file yang akan dibutuhkan.
Tahap desain memiliki empat langkah:

1. Strategi desain pertama kali dibuat. Ini menjelaskan apakah sistem tersebut akan dibuat oleh programmer perusahaan sendiri, apakah sistem akan outsourcing ke perusahaan lain (biasanya perusahaan konsultan), atau apakah perusahaan akan membeli  ada paket perangkat lunak.
2. Ini (langkah no 1) mengarah pada pengembangan desain arsitektur dasar untuk sistem, yang menggambarkan perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur jaringan yang akan digunakan. di banyak kasus, sistem akan menambah atau mengubah infrastruktur yang sudah ada dalam organisasi. Desain antarmuka menentukan bagaimana pengguna akan bergerak melalui sistem dan (misalnya, navigasi metode seperti menu dan tombol pada layar)  form dan laporan  yg digunakan sistem .
3. Spesifikasi database dan file yang dikembangkan, mendefinisikan dengan tepat  data  apa yg akan akan disimpan dan di mana mereka akan disimpan.
4. Tim analis mengembangkan rancangan/design program, yang mendefinisikan program yang harus ditulis dan apa yang  akan  tiap program lakukan.
Gabungan  hasil2 dari tiap tahap  (arsitektur desain, desain interface, database dan file
spesifikasi, dan desain program) adalah spesifikasi sistem yang diserahkan ke tim pemrograman untuk implementasi. Pada akhir tahap desain, analisis kelayakan
dan rencana proyek dikaji ulang dan direvisi, dan keputusan lain yang dibuat oleh proyek sponsor dan komite persetujuan tentang apakah untuk mengakhiri proyek atau melanjutkan.

Implementasi 

Tahap terakhir dalam SDLC adalah tahap implementasi, di mana sistem ini benar-benar dibangun (atau dibeli, dalam hal desain paket perangkat lunak). Ini adalah fase yang biasanya mendapatkan perhatian yang besar, karena untuk kebanyakan sistem itu adalah bagian paling lama dan paling mahal  dari proses pembangunan.

Fase ini memiliki tiga langkah:

1. Sistem konstruksi adalah langkah pertama. Sistem ini dibangun dan diuji untuk memastikan ia bekerja seperti yang telah dirancang. Karena biaya perbaikan bisa sangat besar, pengujian adalah salah satu langkah yang paling penting dalam implementasi  .  Banyak organisasi memberikan lebih banyak waktu dan
perhatian pada pengujian daripada menulis program.

2. Sistem ini diinstal. Instalasi adalah proses dimana sistem lama non aktifkan
dan yang baru dihidupkan. Ini mungkin termasuk pendekatan cutover langsung (dalam mana sistem baru segera menggantikan sistem lama), konversi paralel
pendekatan (di mana kedua sistem lama dan baru dioperasikan selama satu bulan atau dua bulan sampai jelas bahwa tidak ada bug di sistem baru), atau konversi bertahap
strategi (di mana sistem baru dipasang di salah satu bagian dari organisasi sebagai
awal percobaan dan kemudian secara bertahap dipasang di bagian lain). Salah satu yang paling penting aspek konversi adalah pengembangan rencana pelatihan untuk mengajar user bagaimana menggunakan sistem baru dan membantu mengelola perubahan yang disebabkan oleh sistem baru.

3. Tim analis menetapkan rencana support untuk sistem. Rencana ini biasanya
mencakup kajian pasca implementasi formal atau informal serta cara  sistematis
untuk mengidentifikasi perubahan besar dan kecil diperlukan untuk sistem.

Selasa, 02 April 2013

Perbedaan Pemrograman Prosedural / Terstruktur dengan OOP

Prosedural :
  1. Fokus utama pada fungsi dan prosedur yang beroperasi pada data
  2. Program Besar terbagi dalam program unit kecil yang disebut fungsi
  3. Data dan fungsi diperlakukan sebagai entitas terpisah.
  4. Data bebas bergerak di sekitar sistem dari satu fungsi lain.
  5. Data bersifat pasif.
  6. Program desain dengan pendekatan “Top Down” yaitu tugas-tugas kompleks dipecah menjadi bagian yang lebih kecil, sampai sub-tugas tersebut mudah diimplementasikan.
OOP :
  1. Menekankan pada data yang sedang beroperasi dan tidak fungsi atau prosedur
  2. Program dibagi ke dalam apa yang disebut objek.
  3. Data dan fungsi bersama diperlakukan sebagai entitas terpisahkan.
  4. Data tersembunyi dan tidak dapat diakses oleh fungsi eksternal.
  5. Objek-objek dalam OOP bersifat aktif
  6. Program desain pendekatan “Bottom Up ” yaitu membuat prosedur-prosedur untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sederhana, kemudian menggabungkan prosedur-prosedur tersebut dalam prosedur yang lebih kompleks, sampai fungsionalitas yang ingin tercapai.

Cara Pandang
  • OOP : program adalah serangkaian objek yang bekerja sama untuk menyelesaikan suatu problem
  • Prosedural : program adalah suatu urutan instruksi
  • Beda nyata antara prosedural dan OOP
  • Prosedural fokus pada bagaimana cara komputer menangani masalah
  • OOP fokus pada masalah yang ditangani dengan menggunakan computer
  • Prosedural biasa digunakan untuk membuat program yang sederhana sementara OOP untuk yang lebih kompleks karena cara berfikirnya bisa seperti manusia (natural).

Senin, 01 April 2013

Tahapan Untuk Membuat Program Dengan Java

  1. Tulis / Ubah. Pemrogram menulis program dan menyimpannya di media dalam bentuk berkas '.java'.
  2. Kompilasi. Pengkompilasi membentuk bytecodes dari program menjadi bentuk berkas '.class'
  3. Muat. Pemuat kelas memuat bytecodes ke memori.
  4. Verifikasi. Peng-verifikasi memastikan bytecodes tidak mengganggu sistem keamanan Java.
  5. Jalankan. Penerjemah menerjemahkan bytecodes ke bahasa mesin.tidak bisa di pakai‘’

ACCESS INFORMATION



Buka Semua | Tutup Semua

Sedang Perbaikan
Sedang Perbaikan
Silakan kirim pesan dan saran Anda,

Ahmad Sachowi Amin

Selamat Datang di Blog Saya, cybermatika.net.
Hobi saya adalah Belajar dan Belajar, entah yang penting bermanfaat untuk orang lain.Sharing adalah jalan saya, sharing dengan siapa saja yang penting memberi manfaat bagi saya.Ilmu adalah Cara saya, cara saya untuk belajar dan sharing tentang banyak hal.