Sabtu, 25 Mei 2019

REMEDIAL UKK KELAS XI - TKJ




SELAMAT MENGERJAKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA,
KELAS XI TEL 7, 8 & 9 SMK Telkom Jakarta

SILAKAN KLIK LINK DIBAWAH INI

Jumat, 10 Mei 2019

TUGAS AKHIR KUCING - TEORI PRODUKTIF



SELAMAT MENGERJAKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA,

SILAKAN KLIK LINK DIBAWAH INI

TUGAS AKHIR KUCING

Sabtu, 17 November 2018

Cara Cepat dan Mudah Menghitung Subnetting Kelas C #Subnetting1

Oleh: Ahmad Sachowi, M.Kom.

Subnetting adalah teknik yang digunakan dalam jaringan komputer untuk membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil yang lebih mudah dikelola. Dengan subnetting, sebuah jaringan dapat dibagi menjadi beberapa subnet, masing-masing dengan rentang alamat IP-nya sendiri. Ini membantu dalam mengelola trafik jaringan, meningkatkan keamanan, dan mempermudah administrasi.

Contoh Soal 1:
192.168.1.50 /28

Prefix /28
28 = 8.8.8.4 = 1111111.1111111.1111111.11110000 = 255.255.255.240
jadi subnetmasknya adalah 255.255.255.240

perlu diketahui bahwa:
x = 1
y=0

Sekarang kita mencari jumlah Subnet dan Hostnya yaitu menggunakan rumus:
1. Jumlah Subnet 2 pangkat x = 2 pangkat 4 = 16
2. Jumlah Host per subnet pangkat 4 - 2 = 16 - 2 = 14
3. Broadcast 256 - 240 = 16 (0,16,32,48,64...)

Network  192.168.1.0 192.168.1.16 192.168.1.32 192.168.1.48
IP Awal  192.168.1.1 192.168.1.17 192.168.1.33 192.168.1.49
IP Akhir  192.168.1.14 192.168.1.30 192.168.1.46 192.168.1.62
Broadcast 192.168.1.15 192.168.1.31 192.168.1.47 192.168.1.63

Ip Address di contoh kasus diatas adalah 192.168.1.52 /28 sehingga, Network Addresnya adalah 192.168.1.48 dan Broadcast Address nya adalah 192.168.1.63

=========================================
Perhatikan tabel ini: 


Prefix /24
Jumlah IP = 256 (0-255) 
0 = IP Network
255 = IP Broadcast 

Contoh Soal 2:
192.168.1.52 /28

Penyelesaian:
/28 Jumlah IP = 16
52 : 16 = 3,25
3 x 16 = 48
48 + 16 - 1 = 64 - 1 = 63

RENTANG IP : 192.168.1.48 - 192.168.1.63
IP NETWORK : 192.168.1.48
IP BROADCAST : 192.168.1.63
IP HOST : 192.168.1.49 - 192.168.1.62
SUBNETMASK : 255.255.255.240

Contoh Soal 3: 
23.51.120.155/27
155 : 32= 4,843677
4 x 32=128
128 + 32 – 1 = 160 – 1 = 159

RENTANG IP : 23.51.120.128 - 23.51.120.159
IP NETWORK : 23.51.120.128
IP BROADCAST : 23.51.120.159
IP HOST : 23.51.120.129 - 23.51.120.158
SUBNETMASK : 255.255.255.224





Sabtu, 02 April 2016

GNS3

GNS3 adalah software simulasi jaringan komputer berbasis GUI yang mirip dengan Cisco Packet Tracer. Namun pada GNS3 memungkinkan simulasi jaringan yang komplek, karena menggunakan operating system asli dari perangkat jaringan seperti cisco dan juniper. Sehingga kita berada kondisi lebih nyata dalam mengimplementasi router langsung daripada di Cisco Packet Tracer. GNS3 adalah alat pelengkap yang sangat baik untuk laboratorium nyata bagi network engineer, administrator dan orang - orang yang ingin belajar untuk sertifikasi seperti Cisco CCNA, CCNP, CCIP dan CCIE serta Juniper JNCIA, JNCIS dan JNCIE.

Fitur utama dari GNS3 adalah :
1.   Desain kualitas tinggi dan topologi jaringan yang kompleks.
2.   Mendukung banyak platform Cisco IOS router, IPS, PIX dan ASA firewall, JUNOS.
3.   Simulasi Ethernet sederhana, ATM dan Frame Relay switch.
4.   Koneksi jaringan simulasi ke dunia nyata!
5.   Packet capture menggunakan Wireshark.
Pengguna harus menyediakan sendiri IOS / IPS / PIX / ASA JUNOS untuk digunakan di laboratorium mereka dengan GNS3. (Yuhefizar. 2008).

Senin, 29 Februari 2016

Border Gateway Protocol Routing (BGP)

Border Gateway Protocol atau lebih dikenal dengan nama BGP merupakan sebuah protokol routing inter Autonomous System (AS). Fungsi utama sistem BGP adalah untuk bertukar informasi network yang dapat dijangkau oleh sistem BGP lain, termasuk kedalamnya informasi yang terdapat dalam list autonomous system (AS). BGP berjalan melalui sebuah protokol transport, yaitu TCP.

Jenis-jenis BGP (Border Gateway Protocol)
Routing protokol BGP dibagi menjadi dua bagian besar yang berbeda berdasarkan fungsi, lokasi berjalannya sesi BGP, dan kebutuhan konfigurasinya :
1.      IBGP (Internal BGP)
Sesuai namanya, Internal BGP atau IBGP adalah sebuah sesi BGP yang terjalin antara dua router yang menjalankan BGP yang berada dalam satu hak administrasi, atau dengan kata lain berada dalam satu autonomous system yang sama. Sesi internal BGP biasanya dibangun dengan cara membuat sebuah sesi BGP antar sesama router internal dengan menggunakan nomor AS yang sana.

2.      EBGP (External BGP)
Kebalikannya dari IBGP, External Border Gateway Protocol atau sering disingkat EBGP berarti sebuah sesi BGP yang terjadi antara dua router atau lebih yang berbeda Autonomous System (AS) atau berbeda hak administratif. Tidak hanya sekedar beda nomor AS saja, namun benar-benar berbeda administrasinya. Jadi misalnya router dengan ISP ingin dapat bertukar routing informasi dengan menggunakan bantuan BGP, maka akan membuat sesi EBGP. Hal ini dikarenakan AS router dengan router ISP dibuat berbeda.

Karakter BGP Routing
Dalam routing BGP ada bebrapa karakter diantaranya sebagai beriku:
1.      Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system.
2.      BGP adalah Path Vector routing protocol.Dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
3.      Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port nomor 179.
4.      Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
5.      Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan fleksibel.
6.      BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-prefiks routing yang diterimanya dari router BGP lain.

Cara Kerja BGP Routing
BGP bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yang dapat dicapai antar Autonomous System (AS). Hal ini digambarkan sebagai sebuah protokol path vector. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan ruleset. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP (Exterior Gateway Protocol) yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja.
Routing protokol BGP baru dapat dikatakan bekerja pada sebuah router jika sudah terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya yang juga menjalankan BGP. Sesi komunikasi ini adalah berupa komunikasi dengan protokol TCP dengan nomor port 179. Setelah terjalin komunikasi ini, maka kedua buah router BGP dapat saling bertukar informasi rute. Router perlu melakukan pemilihan rute terbaik ketika mendapatkan dua atau lebih rute untuk menuju ke suatu lokasi di luar. Biasanya sebuah router BGP mungkin saja mendapatkan sebuah rute lebih dari dua, tergantung pada banyaknya sesi BGP yang dibentuk dengan tetangga-tetangganya. Semakin banyak sesi BGP dengan router tetangga, maka router tetangga tersebut akan mengirimkan banyak rute yang diketahuinya, sehingga mungkin saja ada yang sama.
Ketika dihadapkan pada dua jalan dengan tujuan yang sama, maka tugas router BGP adalah harus memilih salah satu jalan untuk digunakan meneruskan informasi yang dibawanya. Jalan yang dipilih haruslah jalan yang terbaik  yang  ada  saat  itu  untuk  dapat  meneruskan informasi sebaik mungkin. Untuk memilih salah satu jalan tersebut, router BGP akan langsung menjalankan prosedur pemilihan rute terbaik.
Untuk membentuk dan mempertahankan sebuah sesi BGP dengan router   tetangganya, BGP mempunyai mekanismenya sendiri yang unik. Pembentukan sesi BGP ini melibatkan paket-paket pesan yang terdiri dari empat macam. Paket-paket tersebut adalah sebagai.

EIGRP ( Enhanched Interior Gateway Routing Protocol)

EIGRP ( Enhanched Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya diadopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada cisco, dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco. EIGRP menggunakan formula berbasis bandwidth dan delay untuk menghitung metric yang sesuai dengan suatu rute. EIGRP melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. EIGRP tidak melakukan perhitungan-perhitungan rute seperti yang dilakukan oleh protocol link state. Hal ini menjadikan EIGRP tidak membutuhkan desain ekstra, sehingga hanya memerlukan lebih sedikit memori dan proses dibandingkan protocol link state.
Konvergensi EIGRP lebih cepat dibandingkan dengan protocol distance vector. Hal ini terutama disebabkan karena EIGRP tidak memerlukan fitur loopavoidance yang pada kenyataannya menyebabkan konvergensi protocol distance vector melambat. Hanya dengan mengirim sebagian dari routing update (setelah seluruh informasi routing dipertukarkan). EIGRP mengurangi pembebanan di jaringan. Salah satu kelemahan utama EIGRP adalah protocol Cisco-propritary, sehingga jika diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan suatu fungsi yang disebut route redistribution. Fungsi ini akan menangani proses pertukaran rute router di antara dua protocol link state (OSPF dan EIGRP). EIGRP sering disebut juga hybriddistance- vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol  yang digunakan, yaitu distance vector dan link state. 

ACCESS INFORMATION



Buka Semua | Tutup Semua

Sedang Perbaikan
Sedang Perbaikan
Silakan kirim pesan dan saran Anda,

Ahmad Sachowi Amin

Selamat Datang di Blog Saya, cybermatika.net.
Hobi saya adalah Belajar dan Belajar, entah yang penting bermanfaat untuk orang lain.Sharing adalah jalan saya, sharing dengan siapa saja yang penting memberi manfaat bagi saya.Ilmu adalah Cara saya, cara saya untuk belajar dan sharing tentang banyak hal.